Wednesday, 16 November 2011

☛ JANJI ALLAH UNTUK MEREKA YANG INGIN BERKAHWIN ☚


Apabila seorang muslim baik lelaki atau wanita akan berkahwin, biasanya akan timbul pelbagai perasaan akan timbul. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya si pendamping. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Inilah khabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan berkahwin. Bergembiralah wahai saudaraku…

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki yang keji, dan lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai dengan ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah lelaki yang soleh, jadilah wanita yang solehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebahagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang untuk berkahwin. Salah satu sebabnya adalah kerana belum mempunyai pekerjaan. Dan yang telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebahagian mereka tetap ragu nilai gajinya. Dalam fikiran mereka, “apakah gaji ini cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawapan buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jinjang pernikahan kerana alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi keperluan keluarga.

Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, apabila tanggungjawab para pemuda bertambah – dengan kewajipan memberi nafkah kepada isteri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rezeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataannya di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak mempunyai apa-apa ketika berkahwin, kemudian Allah memberinya rezeki yang berlimpah dan mencukupkan keperluannya?

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, iaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah kerana ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Bagi siapa sahaja yang berkahwin dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

“Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ “. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah nescaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, taat, dan sebagainya.

Dalam berdoa, perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlas, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan lain – lain.

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, dan pada waktu antara azan dan iqamah,

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari sumber yang haram, dan berpakaian dari usaha yang haram serta melakukan apa yang diharamkan Allah,

Manfaat lain dari berdoa bererti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahawa Allah itu tempat meminta, mengakui bahawa Allah Maha Kaya, dan mengakui bahawa Allah Maha Mendengar.

Sebahagian orangapabila jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadis-hadis berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu dia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima solatnya selama empat puluh malam”. (Hadis sahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Sahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

Telah bersabda Nabi SAW, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan guna-guna itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadis sahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

“Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat“. (Al Baqarah : 153)

Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan solat. Agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)

Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahawa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

“Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)

Agar Allah menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dan sebagainya. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Tuesday, 15 November 2011

Wasiat Abu Bakar r.a. Sebelum Kematiannya

Abul-Malih meriwayatkan, bahwa tatkala Abu Bakar Radhiyallahu'anhu hendak meninggal dunia, dia mengirim utusan kepada Umar bin Al-Khatab ra, untuk menyampaikan,

"Sesungguhnya aku menyampaikan wasiat kepadamu, dan engkau harus menerimanya dariku, bahwa Allah Azza wa Jalla mempunyai hak pada malam hari yang tidak diterima-Nya pada siang hari, dan Allah mempunyai hak pada siang hari yang tidak diterima-Nya pada malam hari.

Sesungguhnya Dia tidak menerima nafilah (sunat) sebelum yang wajib dilaksanakan. Orang-orang yang timbangannya berat di akhirat menjadi berat, karena mereka mengikuti kebenaran di dunia, sehingga timbangan mereka pun menjadi berat. Sudah selayaknya timbangan yang diatasnya diletakkan kebenaran menjadi berat.

Orang-orang yang timbangannya ringan di akhirat menjadi ringan, Karena mereka mengikuti kebatilan, sehingga timbangan mereka pun ringan pula di dunia. Sudah selayaknya timbangan yang di atasnya diletakkan kebatilan menjadi ringan, Apakah engkau tidak melihat bahwa Allah menurunkan ayat yang ada harapan di dalam ayat yang ada kepedihan, dan ayat yang ada kepedihan di dalam ayat yang ada harapan? Hal ini dimaksudkan agar manusia takut dan sekaligus berharap, tidak menyeret dirinya kepada kebinasaan dan tidak berharap kepada Allah secara tidak benar.

Jika engkau menjaga wasiatku ini, maka tidak ada sesuatu yang tidak tampak namun paling engkau sukai selain dari kematian, dan memang begitulah seharusnya. Jika engkau menyia-nyiakan wasiatku ini, maka tidak ada sesuatu yang tidak tampak namun paling engkau benci selain kematian, dan memang begitulah seharusnya yang engkau lakukan. Engkau tentu mampu melakukannya".

Ada yang menuturkan, bahwa sebelum ajal menghampiri Abu Bakar Ash-Shidiq ra, Aisyah rha putri beliau menemuinya lalu melantunkan syair,

"Tiada artinya harta kekayaan bagi pemuda
Jika sekarat menghampiri dan menyesakkan dada".

Abu Bakar ra. menyingkap kain yang menutupi kepalanya, lalu dia berkata, "Bukan begitu. Tetapi ucapkan firman Allah,"

"Dan, datanglah sekaratul-maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya". (QS. Qaf:19)

Lalu dia berkata lagi. "Periksalah dua lembar pakaianku ini, cucilah ia dan kafanilah jasadku dengan kain ini. Sesungguhnya orang yang masih hidup lebih memerlukan kain yang baru daripada orang yang sudah meninggal".

Ibnu Qudamah, Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Pustaka Al-Kautsar, 1997, hal 499-500

CAHAYA DI WAJAH NABI SAW

Telah diriwayatkan dari Siti Aishah rha. bahwa ia telah berkata : "Ketika aku sedang menjahit baju pada waktu sahur (sebelum subuh) maka jatuhlah jarum dari tanganku, kebetulan lampu pun padam, lalu masuklah Rasulullah SAW. Ketika itu juga aku dapat mengutip jarum itu kerana cahaya wajahnya, lalu aku berkata, "Ya Rasulullah alangkah bercahayanya wajahmu! Seterusnya aku bertanya: "Siapakah yang tidak akan melihatmu pada hari kiamat?" Jawab Rasulullah SAW: "Orang yang bakhil." Aku bertanya lagi: "Siapakah orang yang bakhil itu?" Jawab baginda : "Orang yang ketika disebut namaku di depannya, dia tidak mengucap shalawat ke atasku."

BERDOA

Berkata Al-Barra' ra. bahwa Nabi SAW. bersabda: "Segala doa itu terdinding (terhalang untuk dikabulkan) dari langit sehingga orang yang berdoa itu mengucapkan shalawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad. "

7 Sunnah Rasulullah S.A.W

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
Pertama: tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
Kedua: membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
Ketiga: jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
Keempat: jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha.
Kelima: jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Keenam: jaga wudhu terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.
Ketujuh: amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah
.

Pentingnya Sunnah Rasulullah SAW

Dari Anas bin Malik ra. katanya, Rasulullah SAW telah berkata kepadaku: 'Hai anakku! Jika engkau mampu tidak menyimpan dendam kepada orang lain sejak dari pagi sampai ke petangmu, hendaklah engkau kekalkan kelakuan itu! Kemudian beliau menyambung pula: Hai anakku! Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang menyukai sunnahku, maka dia telah menyukaiku, dan barangsiapa yang menyukaiku, dia akan berada denganku di dalam syurga! ' (Riwayat Tarmidzi)

Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Nabi SAW yang berkata: "Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku, ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid". (Riwayat Baihaqi) Dalam riwayat Thabarani dari Abu Hurairah ra. ada sedikit perbedaan, yaitu katanya: Baginya pahala orang yang mati syahid. (At-Targhib Wat-Tarhib 1: 44)

Thabarani dan Abu Nu'aim telah mengeluarkan sebuah Hadis marfuk yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa Nabi SAW telah bersabda: Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam zaman kerusakan ummatku akan mendapat pahala orang yang mati syahid. Hakim pula meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. juga bahwa Nabi SAW telah berkata: Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam masa perselisihan diantara ummatku adalah seperti orang yang menggenggam bara api. (Kanzul Ummal 1: 47)

Dan Muslim pula meriwayatkan dari Anas ra. dari Rasulullah SAW katanya: Orang yang tidak suka kepada sunnahku, bukanlah dia dari golonganku! Demikian pula yang dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Umar ra. cuma ada tambahan di permulaannya berbunyi: Barangsiapa yang berpegang kepada sunnahku, maka dia dari golonganku.

Kemudian Daraquthni pula mengeluarkan sebuah Hadis dari Siti Aisyah r.a. dari Nabi SAW katanya: Sesiapa yang berpegang kepada sunnahku akan memasuki syurga!

Dan dikeluarkan oleh As-Sajzi dari Anas ra. dari Nabi SAW katanya: Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka dia telah mengasihiku, dan siapa yang mengasihiku dia akan memasuki syurga bersama-sama aku!

KELEBIHAN-KELEBIHAN AGAMA ISLAM

Firman Allah Taala, maksudnya: " .. dan aku telah redhakan Islam menjadiagama untuk kamu .. (3, Al-Maidah).
Hadis Kesepuluh
 عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَنْهُ كُلَّ سَيِّئَةٍ كَانَ زَلَفَهَا وَكَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَنْهَا. (البخاري)
10 - Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra., bahawa ia telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila seseorang itu memeluk Islam,  lalu ia mengerjakan amal-amal yang membuktikan keislamannya dengan sebaik-baiknya (serta dengan ikhlas),Allah akan mengampunkan tiap-tiap kejahatan yang telah dilakukannya dahulu (sebelum Islam) dan sesudah itu dijalankanlah balasan (bagi segala amalnya) - tiap-tiap satu kebaikan (akan dibalas) dengan sepuluh kali gandanya hingga kepada tujuh ratus kali ganda dan tiap-tiap satu kejahatan (akan dibalas) dengan satu kejahatan yang menyamainya, kecuali jika Allah mengampunkannya."
(Bukhari)
Hadis yang kesepuluh ini mengandungi:
(1) Setiap orang yang masuk Islam dengan sebenar-benarnya akan diampunkan segala dosanya yang telah lalu.
(2) Sesudah ia masuk Islam, baharulah ia akan diberi balasan menurutketetapan yang tertentu.
(3) Balasan orang yang berdosa,  terserah kepada Allah. 
Huraiannya:
Pertama - Soal orang kafir masuk Islam:
Tiap-tiap perbuatan yang dikerjakan dan kepercayaan yang dii'tikadkan oleh seseorang tetap dikira baik dan buruknya, atau pahala dan dosanya.
Tetapi orang kafir apabila masuk Islam, maka segala bawaannya meliputiperbuatan dan kepercayaan yang dilakukannya sebelum itu diampunkan dan bersihlah ia dari menanggung sebarang dosa. 
Kedua - Balasan amalnya yang dilakukan setelah memeluk Islam: 
Sesudah itu dijalankan semula hitungan tentang kepercayaan dan amal-amal yang dilakukannya, juga tentang dosa dan pahalanya, iaitu tiap-tiap satu amal kebajikan yang dikerjakannya apakala sempurna syaratnya diberi balasan sepuluh kali ganda hingga tujuh ratus kali ganda, menurut kesempurnaan amal-amal itu dan keikhlasan orang yang mengerjakannya.
Sebaliknya tiap-tiap satu amal kejahatannya - jika dikehendaki Allah - dibalas dengan hanya satu kejahatan yang sama dengannya.
Ketiga - Balasan orang yang berdosa: 
Dalam hadis ini, Rasulullah s.a.w. menerangkan satu hakikat bahawa orang yang melakukan dosa tak boleh ditentukan balasan buruknya, kerana hal itu terserah kepada Allah Azza wa jalla. 
Oleh yang demikian, tidak harus bagi seseorang menentukan balasanburuk kepada orang yang mati dalam maksiat. 
Dengan ini tertolaklah pegangan puak yang menetapkan balasan neraka kepadaorang yang melakukan dosa besar dan pegangan puak yang mengatakan bahawaorang yang berdosa besar,  terkeluar dan Islam; juga tertolaknya kepercayaan puak yang menetapkan bahawa orang yang berdosa besar itu kekal dalam neraka. 
Hadis Kesebelas
 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا. (البخاري)
11 - Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila salah seorang dari kamu mengerjakan amal-amal yang membuktikan keIslamannya dengan sebaik-baiknya (serta dengan ikhlas), maka tiap-tiap kebaikan yang dikerjakannya akan ditulis baginya sepuluh kebaikan yang menyamainya hingga kepada tujuh ratus kali ganda dan tiap-tiap satu kejahatan yang dilakukannya akan ditulis baginya (satu kejahatan) yang menyamainya."
(Bukhari)
Hadis yang kesebelas ini mengandungi tentang:
Nilaian Islam terhadap kebajikan dan kejahatan: 
Huraiannya:
Islam memang ada kelebihannya dengan sifatnya agama yang sah di sisi Allah. Di antara kelebihan-kelebihan Islam ialah tiap-tiap satu amal yang baik diberibalasan sekurang-kurangnya dengan sepuluh kali ganda. Kelebihan ini tidak dapat dicapai dengan pengakuan mulut semata-mata, atau dengan sebabketurunan Islam sahaja, tetapi dicapai hanya dengan amal-amal yang baik,  yangsempurna lagi ikhlas untuk beroleh keredhaan Allah `Azza wa Jalla.
Bagi orang yang baru masuk Islam, sebagaimana yang diterangkan perihalnya dalam hadis yang kesepuluh, hendaklah - selain daripada tetapnya mematuhi Islam - masuknya dengan tujuan mencari keredhaan Allah semata-mata, bukan kerana tujuan yang lain.
Bagi orang-orang yang berketurunan Islam pula, hendaklah mereka tetap mematuhi Islam, dan mengerjakan ajaran-ajaran Islam dengan sempurna dan ikhlas!  Dengan yang demikian baharulah Islamnya itu dinilai oleh Allah Taala dan diberibalasan yang berganda-ganda.
Hadis Kedua Belas
 عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنْ الْعَمَلِ. (البخاري ومسلم)
12 - Dari Ubadah bin As-Samit r.a., dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Sesiapa yang meyakini serta menerangkan kebenaran bahawa sesungguhnya tiada Tuhan yangberhak disembah melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya dan bahawa sesungguhnya Nabi Muhammad ialah hambaNya dan RasulNya dan bahawa sesungguhnya Nabi Isa ialah hamba Allah dan anak hambaNya (Mariam) serta RasulNya dan (Nabi Isa juga ialah "Kalimah Allah"(1) yang telah disampaikan kepada Maryam dan (ia juga tiupan) roh daripadaNya(2) dan (bahawa) Syurga (yang dijanjikan) itu benar dan Neraka (yang dijanjikan) itu benar,  nescayaAllah akan memasukkannya ke dalam Syurga dengan apa sahajakeadaan amalnya."
(Bukhari dan Muslim)
__________________________
(1) "Kalimah Allah" yakni Nabi Isa (a.s.) dijadikan oleh Allah Taala tidak berbapa, hanya dengan kalimah "Kun" ertinya: "Jadilah engkau" maka menjadilah ia.
(2) Yakni bahawa Nabi Isa (a.s.) dikandungkan oleh ibunya: Siti Maryam yang masih gadis hanya dengan tiupan "Roh Al-Qudus" (Malaikat Jibril) yangdatang kepadanya dengan perintah Allah `Azza Wa Jalla, meniupkan benih ke dalam rahimnya.
Kandungan hadis yang kedua belas ini menerangkan: 
(1) Keyakinan dan penerangan yang dengannya seseorang tetap dimasukkan ke dalam Syurga. 
(2) Islam menentang fahaman-fahaman sesat. 
Huraiannya:
Pertama - Keyakinan dan Penerangan: 
Untuk mendapat balasan baik dari Allah s.w.t. dan perlindungan dari azabNya, maka tak dapat tidak seseorang itu mestilah melafazkan kalimah syahadat iaitu menerangkan keyakinannya tentang keesaan Allah,  kerasulan NabiMuhammad s.a.w dan menerangkan keyakinannya bahawa Nabi Isa (a.s.):Hamba Allah dan RasulNya, juga menerangkan keyakinannya tentang adanyabalasan Syurga dan Neraka. 
Maka sesiapa mati dengan berpegang teguh kepada i'tikad yang demikian nescaya tetaplah ia menjadi ahli Syurga. Dalam pada itu kalaulah ia seorang yang mengerjakan perkara-perkara yang diwajibkan dan menjauhkan diri dari segala yang diharamkan, maka ia akan terus masuk Syurga;  kalau tidak maka perkaranya terserah kepada Allah - jika Allah kehendaki diazabkannya menurutdosa-dosa dan kecuaiannya, kemudian dimasukkan dia ke dalam Syurga dan jika Allah kehendaki diampunkannya dan dimasukkan dia ke dalam Syurga.
Kedua - Menentang fahaman Sesat: 
Hadis Rasulullah s.a.w. ini menerangkan asas kepercayaan Islam yangmenolak bulat-bulat kepercayaan dan fahaman:
(1) Orang-orang Kristian yang mengatakan kononnya Nabi Isa anak Tuhan. 
(2) Orang-orang Yahudi yang mengingkari kerasulan Nabi Isa. 
(3) Puak-puak yang mengatakan tidak ada Syurga dan Neraka. 

ETIKA PERGAULAN DAN BATAS PERGAULAN DI ANTARA LELAKI DAN WANITA MENURUT ISLAM.

1.Menundukkan pandangan: ALLAH memerintahkan kaum lelaki untuk menundukkan pandangannya, sebagaimana firman- NYA;
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. (an- Nuur: 30)
Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada kaum wanita beriman, ALLAH berfirman;
Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. (an- Nuur: 31)
2.Menutup Aurat: ALLAH berfirman;
dan jangan lah mereka mennampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka melabuhkan kain tudung ke dadanya. (an-Nuur: 31)
Juga Firman-NYA; Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri- isteri orang mukmin: Hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (an-Nuur: 59).
Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis. Dari Abu Daud Said al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seseorang lelaki memandang aurat lelaki, begitu juga dengan wanita jangan melihat aurat wanita.
3.Adanya pembatas antara lelaki dengan wanita; Kalau ada sebuah keperluan terhadap kaum yang berbeza jenis, harus disampaikan dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firman-NYA;
Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab. (al-Ahzaab: 53)
4.Tidak berdua-duaan Di Antara Lelaki Dan Perempuan; Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya. (Hadis Riwayat Bukhari & Muslim) Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah SAW bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duan dengan seorang wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya. (Hadis Riwayat Ahmad & Tirmidzi dengan sanad yang sahih)
5.Tidak Melunakkan Ucapan (Percakapan): Seorang wanita dilarang melunakkan ucapannya ketika berbicara selain kepada suaminya. Firman ALLAH SWT;
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (berkata-kata yang menggoda) sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik. (al-Ahzaab: 32)
Berkata Imam Ibnu Kathir; Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh ALLAH kepada para isteri Rasulullah SAW serta kepada para wanita mukminah lainnya, iaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam pengertian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. (Tafsir Ibnu Kathir 3/350)
6.Tidak Menyentuh Kaum Berlawanan Jenis; Dari Maqil bin Yasar r.a. berkata; Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik daripada menyentuh kaum wanita yang tidak halal baginnya. (Hadis Hasan Riwayat Thabrani dalam Mujam Kabir) Berkata Syaikh al-Abani Rahimahullah; Dalam hadis ini terdapat ancaman keras terhadap orang- orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya. (Ash-Shohihah 1/448) Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat penting seperti membaiat dan lain- lainnya. Dari Aishah berkata; Demi ALLAH, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat. (Hadis Riwayat Bukhari)

MENGAPA WANITA RAMAI MENGHUNI NERAKA?

RASULULLAH s.a.w. sewaktu Israk dan Mikraj telah diberi kesempatan oleh Allah SWT melihat ke dalam neraka. Ternyata kebanyakan penghuninya terdiri daripada wanita. Mereka menerima azab dan seksa yang amat menggerunkan.

Jika diteliti beberapa perkara yang dikaitkan dengan wanita, amat jelas masalah AURAT adalah masalah utama yang menyebabkan sebilangan besar golongan wanita diazab oleh Allah di dalam neraka, tetapi masalah ini jugalah yang paling susah hendak diterima oleh wanita.

Ada kalangan wanita menutup aurat tapi dalam masa yang sama memakai seluar ketat atau baju yang masih menampakan susuk tubuh mereka. Ada yang menutup aurat tetapi masih bergaul bebas atau masih mudah bersalaman dengan lelaki yang bukan mahram mereka.

Persoalannya, apakah mereka menutup aurat kerana memenuhi tuntutan Islam sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah di dalam al-Quran atau sekadar fesyen atau meniru atau sekadar melepas batuk ditangga? Kalau ini tujuannya, mereka masih terdedah kepada azab Allah atau masih jahil atau buta agama.

KHUTBAH TERAKHIR NABI MUHAMMAD SAW.

Tarikh : 9hb. Zulhijjah Tahun 10 Hijriah

Tempat : Lembah Uranah, Gunung Arafah.

Wahai manusia, dengarlah baik baik apa yang hendakku katakan. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini, dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanah kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak.

Janganlah sakiti sesiapa pun, agar orang lain tidak menyakiti kamu pula.Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu, dan dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba', oleh itu segala urusan yang melibatkan riba' di batalkan mulai sekarang.

Berwaspada lah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara perkara besar, maka berjaga jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara perkara kecil.

Wahai manusia , sebagaimana kamu mempunyai hak atas para isteri kamu, mereka juga mempunyai hak di atas kamu.Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang.Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu ata mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini,sembahlah ALLAH, dirikan sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan,dan tunaikan zakat dan harta kekayaan kamu, kerjakan ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak saorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan Beramal Solleh.

Ingatlah, bahawa kamu akan mengadap ALLAH pada suatu hari untuk di pertanggungjawabkan di atas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku. Wahai maanusia, tidak ada lagi Nabi dan Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah disampaikan kepada kamu.

Sesunguhnya, aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikut kedua keduanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, itulah Al-Quran dan Sunnahku. hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikannya kepada orang lain, dan hendaklah orang lain itu menyampaikan pula kepada yang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang mendengar terus dariku.

Saksikan ya-ALLAH, bahawasanya telah aku sampaikan risalahMU kepada hamba hambaMU.

Amar Makruf Nahi Mungkar

DARIPADA Abu Said katanya: aku dengar Rasulullah (s.a.w.) bersabda: siapa yang melihat (dan tahu) sebarang kemungkaran, maka hendaklah diubahkannya dengan tangannya (kuasanya), kalau tidak berkuasa, maka (ubahlah) dengan lidahnya, dan kalau tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman (Muslim).

Pengertian

Rasulullah ada mengingatkan supaya umat Islam bertanggungjawab membanteras kemungkaran, sesiapa saja yang melihat atau mengetahui wujud sebarang kemungkaran di mana-mana, terutama di tempat yang terbuka, hendaklah mencegahnya sedaya-upaya, mengikut kemampuan masing-masing. Kalau ada kuasa, maka dengan kuasa yang ada padanya. Sekiranya tidak berkuasa, boleh juga dilakukan pencegahan dengan teguran, aduan, laporan dan nasihat atau pengajaran yang baik, dan siapa yang tidak mampu juga, boleh dilakukan tugas tersebut sekalipun dengan hati, iaitu dengan membenci dan tidak merelai berlakunya kemungkaran tersebut.

Kesimpulannya

Tugas amar makruf dan nahi mungkar itu, tidak boleh diabaikan tanpa pengecualian, semua umat bertanggungjawab mencegahnya, bila saja kemungkaran itu dapat dilihat atau diketahuinya sesuai dengan kemampuan masing-masing.